Perempuan Indonesia Harus Menjadi  Agen Perubahan

Perempuan Indonesia Harus Menjadi Agen Perubahan

Perempuan Indonesia
Harus
Menjadi Agen Perubahan

WS_AGENT%2BOF%2BCHANGES%2B16%2BDES%2B2019.jpg


Kemitraan gender dalam keluarga, hubungan relasi yang seimbang dan saling mendukung antara laki-laki dan perempuan merupakan syarat mutlak awal dalam pelaksanaan fungsi ketahanan keluarga.
Hal tersebut bisa dimulai dari menumbuhkan kesadaran kesetaraan dan “partnership” dalam pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki di lingkup keluarga.

Perempuan Indonesia masa kini adalah Perempuan yang mampu menjadi motor penggerak dan perubahan (agent of change). 
Perempuan juga harus sadar dan paham memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Hal tersebut bisa diterapkan dengan pembagian tugas, peran dan tanggung jawab yang seimbang antara suami-istri dalam rumah tangga. Sehingga, pemenuhan kasih sayang dan hak – hak anak pun tidak terabaikan.
Perempuan harus menjadi Agen perubahan yang mampu membangun generasi bangsa untuk kemajuan bangsa juga harus mampu menghadapi dinamika global, tidak hanya sentris berperan bagi keluarganya saja. Perempuan harus berperan bersama lingkungannya demi membangun bangsa. Berdayakan perempuan, maka dia akan melahirkan generasi bangsa yang andal, menjadi pilar yang kokoh bagi negara dan mitra yang dapat diandalkan.

keluarga merupakan pilar utama untuk menanamkan nilai – nilai budi pekerti dan wadah untuk menyemaikan kasih sayang dalam mempersiapkan anak menjadi manusia yang berguna bagi bangsa. Namun, di era modern ini keluarga dijadikan sebagai target dari aspek ekonomi dan sosial atau ketentuan “siapa mengerjakan apa” berdasarkan peran gender yang dibentuk oleh budaya.
Tanpa ekonomi yang baik maka ketahanan keluarga bisa saja menjadi rapuh. Penguatan ekonomi keluarga bisa dilakukan melalui peningkatan kualitas dan kuantitas, khususnya bagi kaum perempuan.
Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup perempuan di bidang ekonomi adalah Kebijakan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) melalui pengembangan industri rumahan untuk mendukung usaha mikro. Program ini sangat potensial bagi pemberdayaan perempuan karena pekerja usaha mikro mayoritas 60%-70% adalah perempuan.
Pelibatan peran laki –laki juga telah dilakukan melalui kampanye He for She yang menjadi salah satu komitmen global dan harus digelorakan sampai akar rumput.


Bagikan Post


Komentar

    Belum Ada Komentar


Tambahkan Komentar

Facebook

Twitter