PEREMPUAN sebagai  AGEN PERUBAHAN UNTUK  LINGKUNGAN HIDUP

PEREMPUAN sebagai AGEN PERUBAHAN UNTUK LINGKUNGAN HIDUP

PEREMPUAN sebagai

AGEN PERUBAHAN UNTUK  LINGKUNGAN HIDUP
AVvXsEi4vlSEojrIuDZ1lzigu27yLmAsgmX_QfIIIoJTv-IYj-QqEzrMOUtPGvAIyL0WX2P32p143eIg6kL41zq6Pf7tLnYmLnbtskMurXE_Z2ss709x_iDKvbRrZy_o4NMPHjkb3jfSI-whzZUSKYDgnV-IA2hLk_PoVbkfJf81sNU-YWwlb3TBD-v9fEW0=s320
Perempuan dan lingkungan hidup adalah sebuah perpaduan interaksi yang indah antara kearifan kaum hawa dengan manfaat terbaik dari alam. Perempuan dalam perannya sebagai pengelola rumah tangga kerap kali memanfaatkan alam sebagai elemen pemenuh kebutuhan hidup. Mengingat begitu pentingnya keberadaan alam dalam kehidupan keluarga, maka kaum perempuan pun terus menjaga keseimbangan alam.

Disamping itu, Perempuan atau Ibu merupakan media edukasi pertama dan utama bagi anak-anaknya. Melalui ibu, pendidikan dan penyadaran tentang kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Dari penerapan pola hidup ramah lingkungan yang dilakukan dalam sebuah keluarga, anak akan terbiasa dalam menjaga lingkungannya. Jika kebiasaan dan kesadaran ini mengakar dalam diri anak-anak maka di masa depan akan terbentuk generasi yang peduli pada lingkungan.

Perempuan mempunyai peran penting dalam pengendalian perubahan iklim. Dengan potensinya, perempuan bisa memperbaiki lingkungan.
Perempuan Addalah agen perubahan untuk individu dan sekitarnya. Perempuan punya potensi untuk mengelola sumber daya alam dan lingkungannya

perempuan mempunyai peranan penting bagi lingkungannya. 
seperti bencana banjir yang sering terjadi di indonesia yang sisebabkan karna membuang sampah sembarangan.
Perempuan dan masalah lingkungan seperti sampah ini bisa dimulai dari lingkungan terkecil. 
semua itu dapat di Mulai dari dirinya dan keluarga. 
Peran perempuan sebagai ibu dikeluarga harus mencontohkan seperti pemilahan sampah, selektif terhadap produk yang ramah lingkungan atau memberikan edukasi terhadap anak-anak. 
Dengan pemilahan, komposting akan mengurangi sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) cukup siginifikan

Hasil pemilahan tersebut mendapatkan 2 jenis sampah. yaitu non-organik dan Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan non organik bisa dimanfaatkan. Perempuan juga bisa cerdas memilih produk-produk rumah tangga dan konsumsi untuk keluarga. “Misalnya dengan membeli isi ulang, tidak memilih kemasan sachet yang kecil atau styrofoam,” ujarnya. Dia juga mencontohkan edukasi kepada anggota keluarga terhadap barang konsumsi keluarga dan prinsip (tiga R: reuse, reduce, recycle).

Pemanfaatan sampah oleh bank sampah saat ini juga menurutnya cukup membantu. Hingga kini, di seluruh Indonesia terdapat lebih dari 3.500 unit bank sampah dengan jumlah sampah terkelola mencapai 5.550. 335 kilogram sampah atau menghasilkan Rp34 miliar per bulan dengan 173 ribu penabung sampah.


Bagikan Post


Komentar

    Belum Ada Komentar


Tambahkan Komentar

Kategori
Artikel Populer
Jasa Sewa Zoom ExcellencIA Senin, 11 Januari 2021
Cara membuat Eco-Enzyme di rumah Jum'at, 21 Agustus 2020
Sekolah Penulis Selasa, 13 Oktober 2020
Event Terdekat

Tidak Ada Event Terdekat

Facebook

Twitter